Peresmian SMK Muhammadiyah 5 Gresik Bersama Menteri Kemendikbud dan Ketua Umum Muhammadiyah

Peresmian SMK Muhammadiyah 5 Gresik Bersama Menteri Kemendikbud dan Ketua Umum Muhammadiyah

Sekolah menengah kejuruan (SMK) Muhammadiyah 5 Kabupaten Gresik di Jalan Surowiti, Panceng Kabupaten Gresik didatangi oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI, Prof Dr Muhadjir Effendy,

Pada kesempatan itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI, Prof Dr Muhadjir Effendy diminta untuk meresmikan gedung unit sekolah yang baru.

Peresmian gedung unit sekolah baru itu juga disaksikan langsung oleh Ketua Umum Muhammadiyah, Dr Kh Haedar Nashir hadir dan juga meresmikan masjid Djariah Mulia.

Sekolah seluas 3,8 hektar hibah dari perusahaan PT. Polowijo Gosari tersebut akan menjadi sekolah percontohan yang langsung siap kerja karena terkoneksi langsung oleh perusahaan PT. Polowijo Gosari.

Mendikbud, Muhajir Effendy mengapresiasi keberadaan SMK Muhammadiyah 5 atau biasa disebut SMK Mulia, untuk membantu mengembangkan kawasan pertanian di wilayah Gresik.

"Sangat bagus sekali kolaborasi Muhammadiyah dengan PT. Polowijo Gosari untuk mengembangkan kawasan ini. dan SMK Muhammadiyah saya kira sesuai untuk kebutuhan industri pilihannya bidang kelautan dan bidang pertanian," ujarnya.

Muhadjir belum mengetahui pasti berapa total bantuan yang akan diberikan.

"Total bantuan tidak tahu persis ya, unit sekolah baru (USB) sudah ada standardnya kok, sebagian besar dari pak. Arifin termasuk masjid dan nanti laboratorium-laboratorium," ucap Muhadjir.

"Beliau punya industri agro, termasuk buat mangga tanpa musim yang sudah ekspor. Saya kira butuh tenaga terampil yang disupport dari SMK Muhammadiyah ini," jelasnya.

Keberadaan SMK Mulia sendiri sudah sesuai dengan konsep yang di inginkan Kemendikbud.

Artinya, siswa yang lulus selain siap kerja juga akan langsung diterima oleh perusahaan karena sudah ada perusahaan yang siap menampung dan sesuai dengan pendidikan yang ditempuh di sekolah.

Sehingga siswa tidak bingung lagi setelah lulus sekolah untuk mencari kerja.

"Semua SMK baru harus sudah ada kepastian, ada partner yang akan menopangnya. Disini jelas, PT. Polowijo Gosari yang akan menopang keberadaan SMK ini," terangnya.

Tenaga pengajar pun akan disiapkan langsung dari perusahaan. Sehingga apa yang diajarkan akan langsung dipratik kan setelah lulus sekolah.

"Sudah banyak sekali konsultan dari luar negeri menjadi guru di sini, kita tinggal ngasih sertifikat saja," jelasnya.

Chairman PT. Polowijo Gosari, A Djauhar Arifin menjelaskan keberadaan SMK di wilayah Gresik Utara ini akan memberikan banyak manfaat kepada masyarakat.

Ribuan hektar dihibahkan untuk Kawasan Inovasi Gresik Utara akan bermanfaat bagi masyarakat.

Seperti tanah untuk waduk air dihibahkan kepada Kementrian PU yang akan memenuhi kebutuhan 35 ribu KK petani sehingga meningkatkan pendapat petani.

Taman teknologi pertanian yang telah diresmikan oleh Menteri Pertanian Amran Sulaiman pada tahun lalu bersama Gubernur Jawa Timur akan menginisiasi teknologi Jawa Timur, memberikan paket pemupukan dan pengawalan teknologi.

Di sektor pendidikan, SMK Mulia ini akan menghasilkan petani unggul yang melek teknologi seperti contoh kultur jaringan, nanoteknologi pangan.

Siswa yang sekolah disini akan mendapat pembekalan ilmu disini.

"Tahun ini buka, tiga tahun lagi kita offtaker disini, pabrik saya tahun 2020 butuh 2.500 tenaga kerja yang terdidik, cuma disana industri disini pertanian diambil dari SMK," kata dia.

Terpisah kepala sekolah SMK Mulia, Uripan Nada mengatakan keberadaan SMK Mulia mendapat respon positif dari masyarakat, saat ini sudah banyak siswa yang mendaftar. Pada tahun pertama buka pihaknya menerima 72 siswa baru.

"Baru 32 siswa yang sudah mendaftar melalui online, paling jauh ada yang dari Riau, Bandung ada yang dari Kediri," tutupnya.

sumber : http://jatim.tribunnews.com


BERITA TERKINI